Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Juni 2010

Semiotik dalam Logo

Artikel

Dari kelas Kapita Selekta yang membahas mengenai Semiotik, dapat diketahui bahwa Semiotik ialah ilmu mengenai tanda. Jadi setiap tanda itu pasti memiliki makna.
Dalam semiotika, Saussure menyebutkan mengenai petanda dan penanda, dan hubungan antara penanda dan petanda biasa disebut pertandaan (signifikasi). Pada "Semiotik Logo Perusahaan" ini akan dibahas mengenai bagaimana semiotik termasuk pandangan orang terhadap logo perusahaan khususnya Carrefour dan Toblerone. Disini diketahui bahwa dalam membuat sebuah logo bagi perusahaan harus memperhatikan falsafahnya sehingga sesuai dengan perjalanan si perusahaan.
Carrefour berarti “persimpangan jalan”, dan logo Carrefour yang berupa panah yang saling membelakangi yang membentuk persimpangan, namun jika diperhatikan bagian kosong putih ditengahnya? Ya, akan membentuk huruf “C” yang menunjukkan “CARREFOUR”.

Jika dikaitkan dengan definisi tanda oleh Peirce dan Saussure dapat diketahui bahwa kata “Carrefour” sebagai Penanda (aspek material dari bahasa), lambang Carrefour yang berbentuk 2 anak panah yang saling membelakangi membentuk huruf “C” sebagai Interpretant (konsep bentuk logo dalam pikiran), dan Logo Carrefour yang dilihat sebagai Objek.

Bagaimana dengan logo dari Coklat yang sangat digemari banyak orang ini? Kebanyakan orang akan berpikir logo tersebut hanyalah berupa gunung yaitu Alpen. Namun ternyata terdapat falsafah didalamnya. Tobleron yang berasaldari Bern, Swiss, merupakan sebuah kota yg digelari Kota Beruang. Dan pada logo tersebut ternyata terdapat gambar seekor beruang.



Selain kedua contoh diatas ada pula mengenai Logo Starbucks. Dimana selama beberapa kali mengalami perubahan logo, ternyata sosok Syren (manusia setengah ikan dari mitologi Yunani) tetap dipertahankan karena sosok syren di anggap dapat menarik perhatian para pria dan wanita. Citra pada Starbucks sendiri juga terbentuk karena sosok syren, yaitu citra perempuan dan citra seksisme dan sensualitas. Citra perempuan ini menggambarkan pergaulan, sedangkan citra seksisme dan sensualitas yang mempunyai daya tarik luar biasa serta selalu menarik untuk dibicarakan.



Disusun oleh : Vivi - 915070029
Selengkapnya...

Rabu, 23 Juni 2010

Empirisme , Rasionalisme, dan intuisionisme




Empirisme , Rasionalisme, dan intuisionisme

Empirisme berasal dari kata Yunani yaitu "empiris" yang berarti pengalaman inderawi. Oleh karena itu empirisme dianggap sebagai faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalanan dan yang dimaksudkan dengannya adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Rasionalisme adalah merupakan faham atau aliran atau ajaran yang berdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.Selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki. Pengalaman hanya dipakai untuk mempertegas pengetahuan yang diperoleh akal. Akal tidak memerlukan pengalaman. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sendiri

Pada dasarnya Empirisme sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari ratio, sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna.

Contohnya saja, semakin hari teknologi semakin meningkat. Untuk mencari segala informasi kita dapat mencarinya dari internet. Dari sisi empirisme menganggap bahwa kehadiran internet itu lebih kearah positif karena dapat membantu kita dalam menyelesaikan tugas ataupun mencari berbagai informasi dengan mudah dan tanpa mengenal waktu dan tempat, karena internet dapat menjangkau tempat yang jauh sekalipun. Tapi bagi sisi rasionalisme, kehadiran internet itu dapat dianggap sebagai hal yang positif maupun negative. Itu semua kembali lagi pada individu masing-masing. Misalnya dari sisi positif memang internet sangat berguna dalam mencari informasi, tapi informasi itu tidak ada penyaring. Mungkin saja anak kecil yang mengakses internet bisa membuka sesuatu yang seharusnya tidak boleh ia lihat.

Ini semua juga bergantung dari intuisi kita sebagai manusia, yaitu bagaimana cara kita memandang suatu hal. Ada hal-hal yang di benarkan tapi menurut hati nurani kita hal tersebut tidak layak untuk dilakukan. Contohnya di Negara china berlaku hokum mati bagi para narapidana yang melakukan kasus berat. Bagi sekelompok orang mungkin hukuman ini sangat kejam dan tidak sesuai dengan kata hati kita. Intuisi ini bergantung kepada usaha manusia itu sendiri tanpa melalui proses rasional.

Menurut saya, dari ketiga teori ini, teori intuisionisme yang paling baik, karena teori ini tidak hanya didasarkan pada kemampuan indra ataupun pemikiran rasional. Indra ataupun akal manusia bisa saja salah. Selain itu kita adalah makhluk tuhan yang mempunyai hati nurani, oleh karena itu intuisionisme adalah teoriyang paling ideal.


Disusun oleh selvi agustina - 915070011

Selengkapnya...

Konsumen dan Hukum yang Mengaturnya


Banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan merek-merek terkenal untuk keuntungan. Terlebih pada saat krisis Global yang melanda dunia. Seperti yang kita ketahui, Negara-negara di Eropa sedang dilanda krisis utang yang menyebabkan banyak orang menarik saham mereka dari Eropa. Hal ini juga menyebabkan mata uang Euro menjadi turun nilainya. Hal ini dapat dihubungkan dengan produk-produk bermerek yang disiasati oleh produsen dan diganti yang asli dengan yang bajakan yang hampir mirip dengan yang aslinya.


Produk-produk bermerek dengan kualitas yang tinggi sekarang dapat ditemukan di mana saja terutama di Jakarta dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat luas. Bahkan, masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah dapat membeli produk-produk yang seharusnya hanya dapat dimiliki oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Sebagai contoh, Louis Vuitton merupakan merek yang dikenal oleh hampir semua orang, biasa kisaran produknya antara Rp 1.000.000 – 50.000.000 dapat dibeli dengan harga Rp50.000 – 1.000.000. atau barang secondhand yang hampir mirip dengan asli. Tentu saja hal ini membuat konsumen yang membeli barang yang asli menjadi kesal dan merasa dirugikan dari produk yang mereka beli.






Dilihat dari segi ekonomi, tentu saja produk bermerek terkenal dengan kualitas tinggi mendatangkan keuntungan yang sangat besar bagi produsen dikarenakan prestige yang sudah melekat pada kaum wanita. Fashion merupakan salah satu penentu utama dari citra produk bermerek tersebut. Akan tetapi, hal ini membuat konsumen yang setia dengan prosuk asli dari merek tersebut merasa dirugikan. Hal ini disebabkan konsumen hanya sebagai pemakai dan tidak mengetahui hal apapun dari proses produksi hingga distribusi dari produk tersebut. Dari masalah tersebut, konsumen dapat mengeluhkan hal tersebut kepada produsen. Akan tetapi, hingga saat ini, masyarakat cenderung membeli produk bajakan atau secondhand dibandingkan dengan membeli produk aslinya. Dan sampai saat ini, tidak ada pemecahan yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah tersebut.


Menurut saya, hal tersebut tidak dapat dihindari lagi khususnya di Indonesia, dimana pembajakan telah terjadi dimana-mana. Dan tidak ada hukum yang benar-benar dapat menyelesaikan hal tersebut. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, principal merupakan bagian tertinggi dari hubungan produsen dan konsumen. Akan tetapi, produk yang berasal dari principal sebagai produsen tertinggi tidak langsung sampai kepada konsumen. Dari kasus di atas, dapat dilihat bahwa kebanyakan produk melalui perantara yaitu intermediate customer yang dapat dikatakan ingin menambah keuntungan mereka dengan cara menjual barang-barang secondhand dari merek terkenal dan terkadang dicampur dengan yang aslinya untuk mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Karena end customer (konsumen akhir) hanya merupakan pemakai dari produk tersebut, menyebabkan konsumen terkadang merasa dirugikan.


Oleh karena itu, walaupun sudah menyampaikan keluhan terhadap pihak produsen, tetap tidak dapat menyelesaikan masalah mereka dan mereka terpaksa untuk menerima kenyataan bahwa produk yang mereka beli tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, walaupun terlihat hampir sama persis dengan yang asli. Oleh karena itu sebaiknya konsumen tersebut dapat membeli sendiri prosuk yang mereka inginkan langsung dari produsen produk tersebut dan harus ada badan hukum yang menangani masalah tersebut. Konsumen dapat menggunakan hak-haknya seperti yang dicantumkan dalam UU Perlindungan konsumen dalam hubungannya dengan masalah tersebut.


Disusun oleh : Stefen (915070104)
Selengkapnya...

Harga Kesehatan = Harga Kehidupan

Negara Indonesia adalah sebuah Negara yang menyediakan segala kebutuhan kita, segala sesuatunya kita bisa dapatkan di sini. Mulai dari Budaya, Ras, Agama, Suku, Bahasa, hingga makanan yang sangat beraneka ragam. Indonesia juga dapa dinilai sebagai Negara yang sangat tertutup dan memiliki harga yang cukup mahal untuk hal penyuluhan kesehatan dan pendidikan, tetapi hampir 70% penduduk di Indonesia sangat rentan dengan penyakit.

Sebenarnya harga kesehatan sangatlah murah, tetapi mengapa harga kesehatan untuk di Negara Indonesia sebanding dengan harga kehidupan? Hanya dengan uang dan jabatanlah yang membuat pengertian kesehatan dapat dibayar lunas, sedangkan masyarakat di Indonesia di kelilingi oleh masyarakatdari kalangan menengah ke bawah yang sangat rentan dengan masalah keuangan, pendidikan dan kesehatan.

Banyak penduduk Indonesia yang meninggal dengan sia-sia sehingga jumlah kematian dan kelahiran sangat tinggi. Walaupun banyak juga iklan layanan masyarakat yang diberikan oleh lembaga-lembaga kesehatan untuk dapat di tayangan dalam media massa, tetapi hanya sedikit respon dari masyarakat, karena di pengaruhi berbagai macam hal pendukung seperti pendidikan yang membuat informasi yang ingin disampaikan menjadi tidak dapat tersalurkan, dan juga seperti kondisi lingkungan sekitar yang sangat tidak layak / tidak
higienis untuk di tinggali.

Banyak hal yang pemerintah lakukan untuk menekan jumlah kematian, seperti halnya membuat iklan layanan masyarakat yang ditampilkan dari berbagai macam media massa. Tetapi iklan layanan masyarakatpun tidaklah efektif untuk menekan jumlah kematian di Indonesia, karena banyak dari pihak yang berwajib dan pihak-pihak yang memiliki kekuasaan lebih mementingkan kepentingannya sendiri dengan mengeruk keuntungan pribadi, seperti halnya iklan rokok yang lebih banyak diminati padahal sudah jelas mengandung banyak racun tetapi pemerintah seakan tutup mata dan terus memproduksi hasil perkebunan Indonesia dengan ladang tembakau yang siap untuk di olah menjadi rokok.dan sudah terbukti bahwa dalam iklan komersial, rokok mendapatkan perhatian lebih dari khalayak, mengapa tidak? Iklan rokok selalu menjadi hal yang di tunggu-tunggu dan juga kreatif, berbeda dengan iklan layanan masyarakat yang tidak bertele-tele dan menunjukan sikap positifnya. Iklan komersial rokok juga selalu ditayangkan lebih dari 10x dalam sehari di seluruh stasiun televise, sedangkan iklan layanan masyarakat bisa dihitung jumlah tayangnya.








































Berbeda dengan Negara-negara lain yang sudah mengecam keras para pengguna rokok, dan terus menekan jumlah perokok di negaranya dengan berbagai hal. Seperti dengan membuat/ memproduksi segala jenis rokok dengan menampilkan bahayanya rokok tersebut bagi para penggunanya, dan itu sudah terbukti dari penurunan yang signifikan dari berbagai LPS yang mencatatnya, selain itu pemerintah luar negeri juga melakukan banyak hal lainnya seperti membuat larangan keras bagi perokok untuk tidak merokok disembarang tempat walaupun Indonesia sekarang juga menerapkan aturan seperti itu tetapi pemerintah Indonesia seakan-akan hanya sebatas peraturan tetapi untuk implementasinya masih menunggu dan tidak ada ketegasan untuk membrantas dan menekan jumlah perokok yang aktif maupun pasif. Dan hingga sekarang tidak adanya kebebasan bagi para perokok pasif untuk bernafas bebas dari asap rokok, sungguh sangat disayangkan.
























Dan lebih di herankan lagi bahwa tingkat perokok di Indonesia berkembang luar biasa, dan mengubah segmentasinya kearah para remaja hingga lanjut usia. Sungguh sangat disayangkan, bila penghasilan terbesar bagi Indonesia adalah dari hasil tembakaunya yaitu rokok, dan pemilik perusahaan rokok adalah orang terkaya di Indonesia.

Indonesia seakan tidak tegas dalam menyikapi kasus ini, dan tidak melakukan banyak hal untuk mencegah dan menekan jumlah kematian yang sangat besar di Indonesia. Sungguh ironis, jika harus mengorbankan banyak jiwa untuk kepetingan sebuah organisasi karena dapat di simpulkan bahwa harga kehidupan sangatlah mahal bagi Indonesia.


Mari kita jaga kehidupan kita dengan menghargai harga kesehatan yang sebenarnya murah tanpa harus mengikuti monompoli yang dilakukan oleh pihak-pihak yang merugikan.


















Disusun oleh : Shielda - 915070035 Selengkapnya...

Replika Arsitek

Pada pembahasan Simbol dan Arsitektur di mata kuliah Kapita Selekta oleh bapak Eduard Tjahjadi, secara singkat dapat kita pelajari bahwa sebuah gedung atau bangunan mempunyai simbol-simbol yang tersembunyi. Pada Replika Arsitek ini, akan dibahas tentang kemiripan bangunan-bangunan lain yang menyerupai bangunan asli. Simbol yang tersembunyi dapat beraneka ragam. Seni, kekaguman, makna yang hendak di ambil dan lain-lain dapat menjadi makna mengapa banyak gedung baru menyerupai gedung-gedung bersejarah.

1. Perumahan Citra Raya
Salah satu perumahan yang terletak di Tangerang ini, mempunyai gerbang perumahan yang unik. Gerbang yang menjulang cukup tinggi dan terdapat beberapa ekor kuda hijau yang seakan berdiri.
Mungkin, banyak orang yang belum mengetahui, bahwa gerbang perumahan Citra Raya ini hampir mirip dengan salah satu bangunan sejarah di Berlin.

Brandenburger Tor - Berlin
dengan Citra Raya - Tangerang


Pada kedua gambar tersebut, dapat dilihat, ada beberapa kemiripan. Kuda, susunan gerbang dan warna. Citra Raya menyebut dirinya sebagai Kota Nuansa Seni. Mungkin, gerbang perumahan ini memiliki simbol seni yang tidak sengaja serupa dengan Brandenburger Tor. Atau, konsep dari gerbang Citra Raya ini mengikuti Brandenburger Tor karena keindahan bangunan tersebut.

2. Capital Gate Tower
Menara miring Pisa, sepertinya harus memiringkan bangunannya lagi. Bangunan Capital Gate Tower adalah gedung yang akan menggantikan menara Pisa sebagai bangunan miring. Capital Gate Tower dibangun di Abu Dhabi, dengan rancangan kemiringan 4 kali dari menara Pisa yakni sekitar 18 derajat. Perusahaan kontraktor bangunan ini bahkan hendak mendaftarkan Capital Gate Tower sebagai bangunan termiring di dunia.

Menara Pisa dibandingkan dengan Capital Gate Tower


Tujuan pembangunan Capital Gate Tower ini, mungkin mengandung simbol teknologi dan kemewahan dari Dubai dengan konsep dari Menara Pisa yang miring karena faktor alam, tapi Capital Gate Tower karena faktor manusia.

Dari kedua contoh arsitek tersebut, kemiripan gedung yang satu dengan yang lainnya dapat saja terjadi karena berbagai faktor. Disengaja atau tidak, selain kedua contoh arsitek tersebut, dapat Anda temukan bangunan lain yang serupa.

Sumber Gambar:
http://www.inf.fu-berlin.de/inst/ag-bg/wuhan2002/conference/
http://lv.tixik.com/image-427204.htm
http://blogs.nlb.gov.sg/ask/history/828
http://bennlucky7.wordpress.com/2009/11/05/capital-gate-tower/


Disusun oleh: Michele Vannessha - 915070013


Selengkapnya...